pic
Kalimantan Timur memang ditakdirkan untuk menjadi pelopor peradaban di Indonesia. Sejarah membuktikan hal itu, karena diwilayah ini lah ditemukan kerajaan tertua di Indonesia yakni kerajaan Mulawarman yang terletak di Kecamatan Muara kaman. Kerajaan ini diperkirakan berdiri pada abad IV Masehi. dengan rajanya yang terkenal MUlawarman Nala Dewa. Kekuasaan keturunan raja Mulawarman berlanjut hingga raja ke-25 yang bernama Maharaja Derma Setia ( Abad XXIII M ) Menjelang kekuasaan dinasti mulawarman mulai pudar, diwilayah kaltim telah berdiri beberapa kerajaan. Dimulai dengan kerajaan K...
pic
Kendati ini adalah catatan kecil agar  bermanfaat bagi pribadi dan untuk bagi yang ingin mencari informasi seputaran lokasi objek wisata. Nama tempatnya adalah Kabupaten Paser yang terletak paling Selatan dari wilayah Propinsi Kalimantan Timur. Potensi yang ada di Kabupaten tersebut dapatlah dikatakan cukup layak untuk di kembangkan sebagi salah satu pendapatan daerah. Berdasarkan lokasi di Kabupaten Paser terdapat 19 objek wisata yang dikembangkan, yaitu: Objek wisata alam Telaga Air Panas dan Goa Jurong di Kecamatan Longkali, Air Terjun Tiwei di Longikis, Air Terjun Gerigu...
pic
Tanaman Karet di Kalimantan Timur merupakan komoditi tradisional yang sudah relatif lama diusahakan sebagai perkebunan rakyat, namun karena pengaruh harga yang berfluktuasi sangat tajam usaha perkaretan beberapa waktu yang lalu sempat ditinggalkan oleh petani perkebunan untuk beralih kepada usaha lain yang dianggap lebih menguntungkan. Namun saat ini seiring dengan semakin membaiknya harga karet di pasaran komoditi karet kembali banyak diusahakan oleh masyarakat dan di beb...
pic
PROSPEK SUMBERDAYA BATUBARA DI KABUPATEN KUTAI TIMUR BAGIAN BARAT PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Oleh: Dahlan Ibrahim SUBDIT BATUBARA ABSTRACT The Western part of East Kutai District, East Kalimantan Pronvince have an interesting coal potential. This area is in the Nothern part of Kutai Basin that consist of Tertiary sediment of Marah Formation, Batuayau Formation, Wahau Formation and Balikpapan Formation in Eocene until Mio- Pliocene Age. The unconformity among Batuayau, Wahau and Balikpapan Formation caused by tectonic activity in Oligocene, Miocene and Pliocene. Coal bearing formation...
pic
Pulau Kalimantan memang dianugerahi berbagai macam sumber daya alamnya dan lahan perkebunan yang luas. Kelapa sawit salah satunya. Usaha perkebunan kelapa sawit merupakan potensi bisnis perkebunan kalimantan yang sangat menguntungkan. Kelapa sawit sangat bermanfaat mulai dari industri makanan sampai industri kimia. Industri makanan mentega, shortening, coklat, additive, ice cream, pakan ternak, minyak goreng, produk obat–obatan dan kosmetik, krim, shampoo, lotion, pomade, vitamin and beta carotene juga memerlukan minyak sawit. Industri berat dan ringan, industri kulit (untuk membu...
Aug

12

Tanaman Karet di Kalimantan Timur merupakan komoditi tradisional yang sudah relatif lama diusahakan sebagai perkebunan rakyat, namun karena pengaruh harga yang berfluktuasi sangat tajam usaha perkaretan beberapa waktu yang lalu sempat ditinggalkan oleh petani perkebunan untuk beralih kepada usaha lain yang dianggap lebih menguntungkan. Namun saat ini seiring dengan semakin membaiknya harga karet di pasaran komoditi karet kembali banyak diusahakan oleh masyarakat dan di beberapa tempat komoditi tersebut merupakan sumber mata pencaharian utama masyarakatnya.

Luas areal pertanaman karet saat ini (Angka Tetapi tahun 2009) tercatat seluas 75.924,50 Ha yang terdiri dari areal perkebunan rakyat 68.634 Ha, perkebunan besar negara sebesar 700 Ha dan perkebunan besar swasta 6.590,50 Ha dengan produksi seluruhnya berjumlah 49.620,50 ton.

Produk tersebut pada umumnya dipasarkan ke Banjarmasin untuk kebutuhan pabrik Crumb Rubber. Pusat pertanaman karet terbesar berada di Kabupaten Kutai Barat (Kecamatan Melak dan Barong Tongkok) yang dikembangkan oleh petani pekebun melalui proyek TCSSP bantuan dari Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB). Areal penanaman karet lainnya yang cukup luas berada di Kecamatan Palaran dan Samarinda Ilir (Kota Samarinda), Kecamatan Balikpapan Timur dan Balikpapan Utara (Kota Balikpapan), Kecamatan Segah dan Talisayan (Kabupaten Berau), Kecamatan Tanjung Selor (Kabupaten Bulungan), Kecamatan Kota Bangun, Marang Kayu, Samboja dan Muara Badak (Kecamatan Kutai Kartanegara). Selain itu juga terdapat kebun plasma milik petani pekebun di Kecamatan Long Kali (Kabupaten Paser) dan di Kecamatan Marang Kayu (Kabupaten Kutai Kartanegara) yang kedua – duanya merupakan binaan dari PTPN XIII. Perkebunan Karet milik perkebunan besar swasta terletak di Kabupaten Penajam Paser Utara milik PT. Majapahit Agroindustri Corp Ltd dan di Kabupaten Kutai Kartanegara milik PT. Hasfarm Product.

Perkembangan data statistik, produksi, produktivitas dan tenaga kerja perkebunan Kalimantan Timur komoditi karet tahun 2004 – 2009 dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 1. Perkembangan Komoditi Karet Menurut Provinsi Kalimantan Timur

Tahun

Luas Areal (Ha) Jumlah

(Ha)

Produksi

(Ton)

Rata – Rata

Produksi

(Kg/Ha)

Tenaga

Kerja

Perkebunan

TBM

TBM

TT/TR

2009 30.076,00 40.266,00 5.582,50 75.924,00 49.620,50 1.232,32 51.249
2008 22.957,00 38.863,50 12.851,50 74.672,00 49.611,00 1.276,54 49.556
2007 16.607,50 38.171,00 13.112,50 67.891,00 47.225,50 1.237,21 44.693
2006 16.982,50 36.027,50 11.947,00 64.957,00 43.845,00 1.216,99 43.335
2005 16.232,00 33.664,50 12.529,50 62.426,00 39.341,00 1.168,62 41.729
2004 15.578,50 33.111,50 11.464,50 60.154,50 34.726,50 1.048,77 41.899

Sumber : Sub Bagian Perencanaan Program (Angka Tetap Tahun 2009, Juli 2010)


Pada tahun 2009 luas tanaman karet mencapai 75.924 Ha dibandingkan tahun 2005 yang luasnya masih 62.426 Ha, sehingga luas areal mengalami kenaikan 13.498 Ha (21,62 persen). Kenaikan luas areal tersebut dikarenakan terlaksananya program revitalisasi pada komoditi ini. Sejalan dengan pertambahan luas arealnya, maka produksi komoditi ini mengalami peningkatan pula. Pada tahun 2005, produksi karet sebesar 39.341 ton dan pada tahun 2009 meningkat menjadi 49.620,50 ton berarti mengalami peningkatan sebesar 10.279,50 ton (26,13 persen).

Rata – rata pendapatan petani per hektarnya pada tahun 2009 adalah 1.232,32 kg per hektar x Rp. 3.542,- per kg = Rp. 4.364.877,- per hektar.

Leave a Reply

Search

Archives

  • Categories

  • tanggal

    August 2010
    M T W T F S S
         
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031  
    Copyright © 2014 Kabupaten Paser - Just another Student Blogs weblog
    Powered by WordPress using a Free Biolery Wordpress Theme. Subscribe to our RSS
    Biofuel, Wood Pellets, Wood Pellet Stoves